Tiap pertemuan, akan bertemu dengan perpisahan. Perpisahan itu adakalanya menggamit kerinduan. Untuk seketika, bayu rindu kenangan itu menerjah jendela hatiku. Segera kutepis. Untuk apa merindu andai hati merasa derita?
Kau, yang pernah hadir mengisi relung hatiku. Kau pergi, tanpa menoleh walau berkali aku menyeru namamu. Berkali juga telah mulutku ini ringan menyebut maaf andai aku yang bersalah, walau aku tidak tahu apakah salah yang telah ku laku.
Mengapa kini kau kembali? Ingin mengutip dan mencantum kembali sisa-sisa cinta yang mungkin masih berbaki? Lewatku sedar, kasih dulu yang kusemai, kau bajanya dengan racun asmara. Sungguh tidak bererti rimbunan cinta palsumu yang hanya mengundang sengsaraku.
Bukan tidakku rela pada suratan. Malah aku telahpun redha akan ketentuan yang tertulis. Tapi mengapa jiwaku tersentak bila kelibatmu menerpa ruang hidupku untuk kali kedua?
Cukup, cukuplah dengan apa yang pernah terjadi. Cukuplah sekali. Jangan berulang lagi kisah luka yang menghiris hati nurani. Bukan aku menolak cinta, bukan aku membenci cinta. Namun aku membenci pengkhianat dan pendusta cinta, itu kamu!
Pergilah, teruskan perjalananmu, menghilangkan dirimu seperti mana kau pernah meninggalkan aku sewaktu dahulu. Bukan tiada maaf untukmu, namun tidak untuk kau kembali padaku. Pesanku, jangan kau cederai hati insan lain, yang mungkin kau akan bertemu dengannya nanti seperti mana kau lakukan padaku. Cukuplah aku pernah menanggungnya...
Seandainya ada cinta lain yang hadir dalam hidupku, membuka pintu hatiku, pastinya itu bukan kamu.
*************************************
P/s: Tiada kaitan dengan penulis.
(mungkin....)
:)
jangan biar hati derita menahan bicara yang tidak mampu untuk dilafazkan...
© Hakcipta adalah terpelihara.
Showing posts with label unknown. Show all posts
Showing posts with label unknown. Show all posts
Friday, January 15, 2010
Monday, January 11, 2010
ku menelefonmu
Ku menelefonmu
kau tidak menjawabberkali ku mendail
berulang kali pesananku diambiloleh operator automatikmu
bukan kredit kau yang ditelan
bukan kau yang kerugian
mengapa tidak menjawabsaatku memanggilmu
bukan meminta bantuanmu
seperti yang kau lakukantidak ku harap simpatimu
kerana aku sememangnya tahukau tak sanggup menolongku
sekadar bertanya khabarmu
walau mungkin kau tak ingin
untuk memberitahuku
sebagai seorang teman
yang pernah mengenalimumenunaikan tanggungjawabku
mengambil tahu tentangmu.-nurfatimahz AKA puteri-
10/1/2010, 1.21 pm
Subscribe to:
Posts (Atom)